Universitas Syiah Kuala
Sejarah Universitas Syiah Kuala
Sejarah Singkat
Universitas Syiah Kuala
Zaman Iskandar Muda merupakan masa kejayaan Kerajaan Aceh. Namun kejayaan itu menjadi pudar dari masa ke masa dalam perjalanan hidupnya, yang merupakan akibat nyatà dari tindakan dan tipu muslìhat kaum penjajah, yang ratusan tahun menjajah Bumi Iskandar Muda. Sehingga Aceh mengalami kernunduran, terutama dalam bidang pendidikan. Maju rnundurnya suatu negara, berhubungan erat dengan tingkat pendidikan bangsa itu.
Oleh karena itu, menyadari dan menghayati sedalam-dalamnya akan arti penting pendidikan dalam segala bidang, maka pemerintah daerah tokoh tokoh daerah Aceh, ilmuwan-ilmuwan Aceh, serta tokoh tokoh lainnya sebangsa dan setanah air, n mial berpikir tentang ketinggalan yang kita sebutkan di atas dan bertekad untuk mengejar ketinggalan ketinggalan dan keterbelakangan daerah Aceh ini, yang pada permulaan kemerdekaan pernah dijuluki sebagai Daerah Modal. Guna untuk niewujudkan cita cita pembangunan daerah Aceh, maka pada tanggal 21 April 1958, dìbentuklah sebuah badan yang diberi nama Yayasan Dana Kesejahteraarì Aceh (YKDA). Yayasan ini berpredikat pada dasar kemampuan rakyat Aceh, untuk kepentingan pembangunan serta bertuJuan mengadakan pembangunan dalam segala bidang, baik rohani rnaupun iasi liani, guna merealisir kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Aceh dalam arti yang seluas luasnya.
Pembangunan masyarakat Aceh bersama sama dengan pemerintah daerah dan dibantu oleh putera putera Indonesia lainnya, baik secara lembaga maùpun secara perorangan telah berhasil. Hai ini dìtandai oleh beberapa peristiwa penting yang terjadi secara beruntun yaitu pada tanggal 17 Agustus 1958 dilangsungkan upacara peletakan batu pertama pembangunan Kota Pelajar Mahasiswa Darussalam oleh Menterl Agama, K.H. Ilyàs, atas náma pemerintah pusat. Serninggu kemudìan tepatnya tanggal 24 Agustus 1958 dìiangsungkan upacara peletakan batu oleh Menteri pendidikan dan kebudayaan Prof. Dr. Priyonò, àtast nama pemerintah.pusat?
Kurang lebih satu tahun kemudian, yaitu pada tanggal 2 September 1959 diadakarn upacara besar yaitu upacara peresmian pembkaán kota Darussalam, yang ditandai pembukaan selubung tugu dan peresmian penibukaan fakuItà pertama yaitu Fakultas Ekonomi. Upacara ini dihadiri dan dilaksanakan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Sòekarno.
Salah satu kenang kenangan yang sampai saat ini masih dapat dilihat yaitu sebuah tulisan yang ditulis oleh Presiden Republik Indonesia pada Tugu Darussalam sesaat setelah pembukaan selubung yang berwarna kuning ernas itu. Adapun tulisan itu berbunyí: “Tekad yang Bulat Melahírkan Perbuatan yang nyiata. Dallussàlami menuju pelaksanaan cita cita". Kiranya tulisan mempunyai makna yang sangat dalam. Tekad, dapat diartìkan dengan perjuangan masyarakat yang tídak mengenal letih, dan benarlah tekad itu dapat melahirkan perbuatan yang nyata, hal inì dapat kita saksikan sekarang.
Berkat perjuangan masyarakat Aceh yang tidak kenal lelah dan dengan penuh kejujuran dan keikhlasan maka apa yang menjadi idaman dan impian sudah menjadi kenyataan, yaitu lahirnya sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi di tengah tengah masyarakat Aceh.
Lahirnya Uníversitas Syiah Kuala berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggì dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, pada hakikatnya merupakan kebangunan kembali suatu balai perguruan tinggi yang pernah dimiliki oleh masyarakat Aceh pada abad abad yang silam.
Pada masa kerajaan Aceh Darussalam di bawah pemerintahan Iskandar Muda, Aceh merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan, dengan mahasiswa dan para sarjana bermukim di Aceh, datang dari berbagai penjuru nusantara bahkan dari luar negeri.
Informasi lebih lanjut, kunjungi website : http://www.unsyiah.ac.id
Sumber : Website Universitas Syiah Kuala
unsyah
Posted on July 15th, 2008 by admin
Filed under: unsyah

Leave a Reply