UNDIP BENTUK KANTOR INTERNASIONAL
SEMARANG- Untuk memperluas jaringan, Undip membentuk kantor internasional di Asia, AS, Australia, dan Eropa. Perguruan tinggi (PT) itu juga membentuk person in charge di 10 fakultas untuk secara aktif mengembangkan dan bekerja sama dengan berbagai instansi.
’’Itu kami lakukan karena saat ini Undip menuju ke world class university,’’ kata Rektor Undip yang diwakili Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama (PRPKs) Dr Muhammad Nur DEA saat membuka kuliah umum perdana program pascasarjana Undip di Gedung Prof Ir Soemarman, kemarin.
Dia menyatakan pascasarjana adalah program paling diunggulkan dan jadi salah satu tolok ukur PT yang ingin dikategorikan world class university. Tentu program setudinya harus bervariasi serta dikelola dengan sistem administrasi dan akademik yang baik. Karena itu dia berharap Undip dapat lebih banyak membuka kelas internasional. Jadi dapat menerima mahasiswa asing seperti telah diawali program magister promosi kesehatan.
Muhammad Nur menuturkan universitas saat ini mempersiapkan program pascasarjana yang dapat meningkatkan kualitas lulusan seperti twinning program dan double degree. Sekarang langkah itu dilakukan dengan Uni Eropa.
Diperhitungkan
Undip memproyeksikan diri tahun 2020 jadi world class university yang andal dan diperhitungkan di tingkat internasional. ’’Upaya menuju ke arah itu sebagai wujud nyata untuk meningkatkan reputasi Undip, sehingga mampu bersaing dengan PT lain yang selama ini memiliki reputasi dan nama baik di masyarakat.’’
Hal tersebut, ujar dia, sejalan dengan rencana strategis dalam visi Undip bahwa tahun 2020 akan menjadi excellent research university. Untuk mewujudkannya, kualitas dan kuantitas program pascasarjana harus ditingkatkan.
Tahun ajaran 2008/2009 program pascasarjana Undip menerima 1.234 orang mahasiswa. Mereka tersebar di 26 program magister (S2) dan tujuh program doktor (S3). Tahun ajaran baru ini, program itu menerima 243 mahasiswa baru yang dibiayai program beasiswa program pascasarjana (BPPs). Sebagian besar penerima beasiswa berstatus tenaga pengajar (dosen).
Program itu, kata dia, juga menyediakan beasiswa unggulan. Mahasiswa yang memperoleh beasiswa berkesempatan belajar di PT yang bekerja sama dengan Undip. Misalnya, Kagoshima University Jepang, Khon Khaen University Thailand, Gottingen University Jerman, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan National University of Singapore.
Direktur Program Pascasarjana (PPs) Undip Prof Dr Y Warella MPA mengimbuhkan, tahun ini PPs Undip memiliki program baru doktor iImu lingkungan dan beberapa program magister seperti magister kebudayaan, kelautan, dan komunikasi. (Suara Merdeka : Kamis 04 September 2008 (H11-53))
UNDIP
Posted on September 5th, 2008 by admin
Filed under: UNDIP

Leave a Reply