Bakteri Normal Pacu Kesehatan Tubuh Manusia

Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat, itulah semboyan yang sering sekali dipakai untuk mengukur kesehatan pada tubuh manusia. Kesehatan adalah kebutuhan setiap manusia. Tubuh normal manusia, sudah memiliki daya tahan tubuh yang baik, karena tubuh menghasilkan imun untuk menghindari bakteri yang tidak cocok untuk tubuh. “Ada tiga faktor yang mempengaruhi kesehatan tubuh manusia, yaitu hospes (manusia), agent (bakteri), dan environment (lingkungan).Kesehatan tubuh manusia tercipta, ketika tiga faktor tersebut seimbang. Seandainya, salah satu dari ketiga faktor tersebut tidak lengkap atau salah satunya mengalami kerusakan, tubuh manusia akan mengalami sakit” kata dr. Inayati Habib, M.Kes., Kepala Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FK UMY), saat diskusi memperingati “Global Washing Day” di UMY, Rabu (15/10).

Terkait dengan washing day yang diperingati oleh masyarakat seluruh dunia tepat pada hari ini, Inayati mengatakan bahwa cuci tangan adalah sebagian kecil dari langkah hospes untuk terhindar dari bakteri yang tidak cocok untuk masuk tubuh di bagian dalam. Lebih pentingnya lagi, hospes dalam berinteraksi dengan environment, apakah environmentnya sudah steril atau bersih untuk aktifitas sehari-hari, kata Inayati Habib. Dosen Kedokteran Umum UMY ini juga menegaskan, kita tidak perlu merasa apriori atau ketakutan pada bakteri yang ada di dalam tubuh. Di dalam tubuh terdapat tiga bakteri, seperti bakteri jahat, bakteri normal atau flora normal, dan bakteri higienis. Bakteri normal, dan bakteri higienis sangat bagus tetap ada di tubuh, karena bakteri normal akan menyeimbangkan antara bakteri jahat, dan bakteri higienis, tidak saja bakteri higienisnya saja yang penting untuk tubuh, tetapi bakteri jahatnya juga, tegas Inayati Habib.

Dia mencontohkan pentingnya flora normal bagi tubuh, disaat penggunaan sabun untuk menjaga kebersihan vagina. Dari sisi kesehatan sangatlah bagus untuk mematikan bakteri jahat yang masuk ke organ dalam, Inayati mengingatkan “janganlah terlalu sering membersihkan vagina dengan sabun tersebut, karena dapat mematikan flora normalnya juga”. Vagina perlu kelembaban juga, yang dihasilkan oleh flora normal, tambah Inayati. Inayati menegaskan juga, bahwa kulit harus memiliki bakteri, tetapi bukan bakteri patogen (bakteri jahat) yang akan masuk di dalam tubuh.

Di akhir perbincangannya, pada diskusi yang mengambil tema “Kesehatan Tubuh, di Mulai dari Tangan Higienis”, dia menyarankan pada orang yang kesehariannya selalu beraktifitas, perlu mengetahui mengenai kondisi lingkungan yang setiap hari untuk berakifitas, apakah potensi mengandung kuman atau tidak; memahami media mana saja kuman tersebut dapat ditularkan; dan selalu menjaga kebersihan atau higienis, jangan terlalu berlebihan. Seandainya, semua itu dapat dipahami akan terhindar dari beberapa penyakit, seperti diare, avian influenza, dll., ujarnya. sumber : umy.ac.id

Leave a Reply

WORKSHOP TIPS DAN TRIK PENULISAN JURNAL AKREDITASI
..More Detail>

Training Penulisan Karya Ilmiah di Jurnal Internasional
...more detail>>

Seminar Perpustakaan UAJY
...More detail >

Copyright@2008. Prima softindo All right reserved